Hallo sahabat kutipanpena di kesempatan kali ini. Kita akan membahas sedikit tentang apa itu ciri-ciri lagu daerah dan juga dengan contoh-contohnya.

Pastinya setiap suku bangsa Indonesia memiliki lagu yang berbahasa ibu, yaitu menggunakan bahasa daerah.

menyanyikan lagu daerah biasanya diiringi dengan alat musik tradisional yang akan mendapat pengaruh dari berbagai negara seperti India, China, Portugis, serta negara-negara lainnya.

Ciri-ciri Lagu Daerah

ciri ciri lagu

pixabay.com

Setiap daerah yang ada di negara Indonesia ini, pasti memiliki lagu-lagu daerah yang dinyanyikan pada saat tertentu dengan bahasa daerah masing-masing.

Lagu-lagu tersebut merupakan kekayaan warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Pelestarian dan pengembangan warisan budaya ini, dapat dilakukan dengan tetap menyanyikan sesuai dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi dimana lagu tersebut harus dinyanyikan.

Dan juga dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk membentuk karakter dan pendidikan sikap pada anak-anak dan remaja.

Nasehat yang disampaikan melalui sebuah lagu daerah, tentu lebih bermakna dan dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat setempat.

Lagu daerah biasanya merujuk kepada sebuah lagu yang mempunyai irama khusus bagi disetiap daerahnya.

Diwariskan secara turun-temurun dengan tradisi lisan, walaupun ada lagu daerah yang tertulis hal itu hanya berfungsi untuk kepentingan dokumentasi saja.

Pada umumnya lagu daerah tidak diketahui penulis atau penciptanya. Karena sifat lagu daerah yaitu tidak menonjolkan ekspresi pribadi atau perorangan, tetapi pesan yang disampaikan adalah bersifat umum.

Lagu daerah biasanya memiliki susunan melodi dan syair yang sangat sederhana. Beberapa lagu daerah hanya memilki 2, 4 atau 8 bait saja, ada juga lagu daerah yang menggunakan syair berbeda pada setiap pengulangannya.

Berikut penjelasan ciri-ciri khas lagu daerah nusantara.

Memiliki sifat informal

Nah, kebanyakan dari seni musik tradisional nusantara yang ada pada saat ini, memiliki fungsi yang tidak terlalu serius atau bersifat formal.

meskipun memang ada beberapa musik tradisional yang digunakan untuk kegiatan ibadah dari setiap suku.

Namun kebanyakan bersifat informal karena biasanya disebuah daerah tertentu yang menciptakan sebuah musik khas tradisional digunakan untuk hiburan atau seni karya yang dapat menghibur masyarakat setempat.

Dipelajari Secara Lisan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa musik tradisonal adalah musik yang diwariskan secara turun-temurun.

Oleh karena itu dalam proses pembelajarannya pun terbatas secara lisan.

Ketika generasi sebelumnya hendak mewariskan sebuah seni musik tradisional kepada generasi penerusnya, maka yang dilakukannya pun adalah mengajari para generasi muda secara langsung dari mulut ke mulut.

Begitupun ketika generasi muda harus mewariskan kembali kepada generasi mendatang, yaitu dilakukan dengan pembelajaran secara lisan.

Bagaimana mungkin dapat menghafal secara lisan tanpa catatan atau apapun?, tentu saja prosesnya tidaklah mudah dan tidak sebentar.

Setiap daerah memiliki budaya masing-masing dan pastinya proses pembelajarannya dilakukan secara berkesinambungan atau terus-menerus.

Menggunakan Syair Lagu Bahasa daerah

Pada awal pembahasan di atas sudah disebutkan, bahwa seni musik tradisional pada umumnya menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.

Namun tidak sebatas itu, seni musik tradisional biasanya turut menghadirkan sebuah melodi atau alunan musik yang sesuai dengan karakter daerahnya masing-masing.

Seperti syair lagu-lagu Jawa, memilki alunan musik yang mendayu-dayu dan halus seperti karakter kebanyakan orang Jawa, dengan kata lain benar-benar memberikan nuansa kedaerahannya.

Tidak Memiliki Notasi

Kemudia ciri yang selanjutanya yaitu lagu daerah tidak memiliki notasi. Hal ini dikarenakan proses pembelajarannya hanya sebatas lisan saja.

Inilah yang membuat mereka, akhirnya tidak memiliki catatan apapun sehingga tidak ada notasi yang tercantum di sebuah kertas.

Poin ini sangat relavan dengan poin yang nomor dua, dimana pembelajarannya secara lisan membuat para pelaku yang sedang belajar tidak memiliki catatan apapun sehinga tidak ada notasi yang tertuang di dalam kertas.

Kekurangan dari lagu-lagu daerah adalah tidak adanya jejak tulisan yang bisa ditinggalkan untuk generasi-generasi berikutnya.

Solusinya yaitu mulai untuk membenahi informasi-informasi mengenai sejarah atau seni musik daerah sehingga nantinya siapa saja bisa ikut melestarikannya.

Lebih Melibatkan Alat Musik Daerah

Seperti pada umumnya, lagu-lagu daerah yang merupakan seni musik tradisioanl dibawakan atau dimainkan dengan alat-alat musik tradisioanal di daerah setempat.

Seperti pagelaran kesenian musik Maluku, yang biasanya ditampilkan ketika acara adat, penyambutan tamu, pengiring orkes, dan sebagainya dengan diiringi oleh macam-macam alat musik khas Maluku seperti tifa totobuang, suling melintang, arabubu, dll.

Merupakan Bagian dari Budaya Masyarakat

Musik atau lagu tradisional benar-benar menggambarkan ciri khas kebudayaan atau karakter suatu daerah.

Hal itu membuat siapa saja yang mendengarkan musik tradisioanal dapat mengetahui dari mana daerah musik itu berasal..

Dengan demikian, setiap ciri kebuyaan masyarakat penciptanya pasti sudah melekat sangat erat didalamnya. Lagu atau musik daerah juga adalah salah satu bentuk gambaran kebudayaan daerah, selain tarian, pakaian, dan adat kebiasaan lainnya.

Permainannya Tidak Terspesialiskan

Pada umumnya, pemain atau yang memainkan musik tradisional adalah orang-orang yang berasal dari daerah asal musik tradisioanal tersebut.

Meski tidak menutup kemungkinan, orang lain pun dapat memainkannya. Dan biasanya juga orang-orang tersebut tidak hanya mempelajari satu jenis alat musik atau satu jenis musik.

Sistem yang berkembang pada proses pembelajaran instrumen musik daerah, biasanya bersifat generalisasi.

Pemain musik tradisional belajar untuk dapat memainkan disetiap instrumen yang ada didalam suatu jenis musik daerah. Secara umum mereka akan belajar memainkan instrumental, mulai dari yang paling mudah hingga yang terumit.

Terkadang terdapat beberapa versi dari sebuah lagu di daerah berbeda dalam suatu etnis. Hal ini terjadi karena cara untuk penyebaran lagu daerah dilakukan dari mulut ke mulut.

Dalam membawakan lagu daerah, masyarakat biasanya menyanyikan dengan diiringi musik daerah setempat. Misalkan lagu daerah Praon dari Jawa Tengah dinynyikan dengan diiringi musik gamelan.

Macam-macam Lagu Daerah

Lagu daerah di Indonesia sendiri sangatlah banyak. Selain kita memiliki banyak suku dengan budayanya tersendiri, Indonesia juga merupakan negara yang multi bahasa.

Setiap suku di Indonesia dari sabang sampai merauke memiliki tradisi, budaya, dan lagu daerah mereka masing-masing.

Lagu-lagu tersebut pastinya berisikan pesan moral dan petunjuk mulia yang didasari atas tradisi-tradisi yang berlaku.

Lagu tersebut pada umumnya juga dimainkan dengan berbagai macam alat musik yang berbeda, Faktor-faktor inilah yang menyebabkan lagu daerah di Indonesia sangat beragam.

Nah langsung saja, kita bahas satu-persatu macam-macam lagu daerah yang populer beserta maknanya.

Lagu Daerah “Bubuy Bulan”

lagu daerah

google.com

Lirik lagu Bubuy Bulan adalah lagu daerah yang berasal dari Provinsi Jawa Barat dan berbahasa sunda.

Lagu yang diciptakan oleh Benny Korda ini merupakan lagu yang paling populer di kalangan warga Jawa Barat, karena lagu ini sering diajarkan di sekolah dasar hingga menengah atas.

Adapun makna yang terkandung di dalam lagu Bubuy Bulan ini yaitu.

Lagu ini menggambarkan suasana kesedihan tentang seseorang yang rindu pada kekasihnya yang berada di tempat yang jauh, dan iapun hanya bisa berharap agar sang kekasih bisa pulang sesering mungkin agar kerinduannya dapat sedikit terobati.

Kerinduan tersebut semakin bertambah, saat ada seseorang yang sering berpapasan dengannya saat di pagi hari, dan orang tersebut memiliki sorot mata yang sangat mirip dengan kekasihnya.

Lagu Daerah “Manuk Dadali”

lagu daerah

google.com

Manuk Dadali adalah lagu berbahasa sunda, ciptaan dari ‘Sambas Mangundikarta’  yang populer di tahun 1960an di daerah Bandung Jawa Barat.

Lagu ini menggambarkan begitu gagahnya burung garuda yang merupakan simbol negara Indonesia. Burung garuda memegang teguh pancasila di tubuhnya yang menggambarkan kepribadian bangsa Indonesia.

Memuat syair lagu yang bernafaskan nasionalisme, selain itu lagu ini sangat enak didengar, terlebih lagi jika dinyanyikan menggunakan angklung alat musik khas Jawa Barat yang terkenal itu.

Lagu Daerah “Gundul-gundul Pacul”

lagu daerah

google.com

 

Gundul pacul adalah sebuah lagu permainan berbahasa Jawa yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah.

Menurut sumber yang kuat menyebutkan pencipta lagu gundul pacul adalah Sunan Kalijaga pada tahun 1400an, namun sumber yang lain menyebutkan R.C. Hardjosubroto lah yang menulis lagu tersebut.

Adapun makna yang terkandung dalam lagu ini adalah.

Bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang hanya diberi mahkota, tetapi dia adalah pembawa “pacul” untuk mencangkul yaitu mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Lagu Daerah “Apuse”

lagu daerah

google.com

 

Apuse adalah judul lagu daerah asal Papua yang populer. Diajarkan sejak duduk di bangku sekolah dasar, dan tak banyak orang yang tahu arti dari lagu daerah tersebut.

Lagu “Apuse” ini menceritakan tentang seorang cucu yang berpamitan kepada kakek dan neneknya. Cucu tersebut berpamitan karena hendak pergi merantau ke daerah Teluk Doreri di Manokwari.

Pada intinya makna lagu tersebut yaitu

merupakan lagu anak-anak yang selalu dinyanyikan oleh masyarakat Maluku, untuk mengungkapkan rasa kasih sayang mereka terhadap lingkungan dan sosialisasi di antara masyarakatnya.

Jika didengarkan, lagu ini layaknya sajak atau pantun yang bersahutan, yang merupakan tradisi lisan orang Maluku.

Oleh karenanya banyak versi dari lagu ini karena liriknya dapat dibuat sendiri sesuai maksud dan tujuan dari lagu tersebut.

Lagu Daerah “Kicir-kicir”

lagu daerah

google.com

Lagu kicir-kicir ini merupakan salah satu lagu daerah Jakarta (Betawi). Sampai saat ini belum diketahui nama pencipta lagu kicir-kicir alias NN (No Name).

Makna dari lagu kicir-kicir ialah

lagu kicir-kicir adalah lagu yang bermakna memberikan nasehat agar manusia selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan, rajin berusaha dan juga bekerja demi kehidupan yang lebih baik serta berguna bagi sesama

Liriknya berupa sebuah pantun dan berfungsi sebagai penghibur hati yang sedang sedih/duka. Sebab dengan menyanyikan lagu kicir-kicir sambil bergoyang atau menari badan menjadi sehat dan hati pun ikut gembira.

Tambah Wawasan: Jenis Musik Tradisional Nusantara

Demikianlah penjelasan tentang ciri-ciri lagu daerah dan contonya, semoga bisa menjadi menambah wawasan bagi kita semua dan juga bisa menjaga kelestarian budaya di Indoneisa ini.

Jangan lupa share dan beri komentar, agar kedepannya website ini tetap berjalan dengan baik.

Terima kasih.

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *