Satu diantara bentuk karya sastra puisi ialah berfungsi sebagai pengungkapan perasaan dari seorang penyair.

Kata puisi berasal dari bahasa Yunani kuno “Poema”, yang berarti “menciptakan”. Secara singkat puisi dapat diartikan sebagai karya sastra yang tersusun dengan keonsentrasi padat.

Konsentrasi ditekankan pada struktur batin dari puisi, agar dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca serta penikmatnya.

Bahasa yang digunakan dalam sebuah puisi bersifat konotatif. Bahasa konotatif merupakan bahasa yang tidak memiliki makna yang sebenarnya.

Nah, sebelum kita membahas jenis-jenis puisi, alangkah baiknya terlebih dahulu kita jelaskan sedikit mengenai pengertian puisi.

Pengertian Puisi

jenis-jenis puisi

Pixabay.com

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mengungkapkan sebuah perasaan dan suatu pikiran dari penyair secara imajinatif, tersusun, serta disusun dengan mengonsentrasikan sebuah bahasa dengan struktuk fisik dan batinnya.

Dalam KBBI tahun 2016, puisi adalah ragam sastra yang bahsanya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait (sajak).

Pengertian tersebut menjelaskan bahwa, sesungguhnya puisi memiliki keteraturan meskipun diciptakan secara bebas oleh penyair.

Namun, penciptaan puisi pada masa ini berbeda dengan masa lalu, sebelum perkembangan ilmu pengetahuan dan seni mengalami kemajuan secara teknis.

Tidak jauh berbeda, menurut pendapat Pradopo (19995:27) mengungkapkan bahwa puisi adalah representasi dari emosional penyair yang dirancang menjadi sastra yang penuh makna dan kesan.

Pada masa-masa ini, puisi semakin diminati oleh penyaor-penyair muda yang berbakat.

Hal tersebut dikarenakan penciptaan puisi saat ini tidak lagi terikat oleh aturan teknis yang ada pada puisi lama (hingga tahun 1920)

Pembagian aturan tersebut mengakibatkan adanya kesepakatan kolektif, untuk memilah jenis-jenis puisi beserta penjelasannya berdasarkan temporal dan ciri-ciri fisiknya.

Jenis-jenis puisi terbagi menjadi puisi lama dan puisi baru, yang akan kita jelaskan pada uraian berikut.

Dan juga terdapat satu jenis puisi lain yaitu, puisi kontemporer yang menjadi kategori bentuk puisi paling bebas saat ini.

Puisi Lama (hingga tahun 1920-an)

Puisi lama atau biasa disebut puisi konvensional adalah salah satu jenis puisi yang ada, dan memiliki aturan-aturan serta mempunyai makna dalam puisi tersebut.

Puisi lama sudah ada sejak zaman dahulu dan sering digunakan dalam upacara-upacara adat.

Jenis puisi ini masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bait, dan jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas puisi sangat diperhatikan.

Aturan dalam puisi lama yang dimaksudkan meliputi:

  • Jumlah kata dalam 1 baris
  • Jumlah baris dalam 1 bait, bisa 2, 4, maupun lebih
  • Banyaknya suku kata
  • memiliki rima (persajakan), Rima adalah bentuk pengulangan bunyi yang timbul oleh huruf atau kata dalam larik dan bait.

Contoh :

  • Berderai-derai
  • Terapung-apung
  • Mendesah-desah

Ketiga kata tersebut mengalami bentuk pengulangan bunyi kata derai, apung, dan desah.

Selain tergolong pada sejumlah aturan, puisi lama juga terlihat dari ciri-cirinya. Ciri-ciri puisi lama diantaranya adalah :

  1. Terlihat kaku, karena puisi lama sangat terikat dengan dengan aturan didalamnya.
  2. Merupakan karya yang turun-temurun serta tidak diketahui siapa pengarangnya.
  3. Merupakan sastra lisan karena disampaikan dari mulut ke mulut.

Jenis-jenis Puisi Lama

Puisi lama dapat dikatakan sebagai warisan leluhur, dan terdapat beberapa jenis puisi lama, yaitu.

1. Syair

Syair adalah puisi yang bersifat ciri khas nasihat atau cerita pada tiap baitnya. Berisi 4 baris dalam 1 bait, bersajak a-a-a-a, keempat baris tersebut mengandung maksud penyair.

Adapun contoh syair ialah :

  • Syair Nasehat

Ilmu didapat tiada cepat,
Mesti sabar hatinya kuat,
Semoga Tuhan berikan rahmat,
Maka jaga hati serta niat.

Janganlah lalai akan sholat,
Janganlah kikir akan zakat,
Kenalah kita perbanyak sholawat,
Guna bekal kelak di akhirat.
  •  Syair Pendidikan
Belajarlah tanpa malas,
Hormatilah semua penghuni kelas,
Masa depan perlu kerja keras,
Kalau perlu energi terkuras.
Wahai engkau para pemuda,
Engkaulah pewaris bangsa,
Giatlah belajar sepanjang masa,
Untuk membangun bangsa negara.

2. Mantra

Mantra adalah sebuah kata atau ucapan pada masa lampau yang dipercaya memiliki kekuatan ghaib.

Mantra mempunyai rima dan irama yang terkenal dengan sifatnya yang misterius. Bahasa yang digunakan dalam mantra biasanya menggunakan majas metafora dan bersifat esoferik.

Esoferik merupakan bahasa khusus yang dipakai antara pembicara dan lawan pembicara.

Contohnya :

  • Mantra pengobat sakit perut

Gelang-gelang si gali-gali
Malukut kapada padi
Air susu keruh asalmu jadi
Aku sapa tidak berbunyi

  • Mantra untuk mengusir roh halus

Sihir lontar pinang lontar
terletak diujung bumi
Setan buta jembalang buta
aku sapa tidak berbunyi

3. Pantun

Pantun dikenal luas oleh masyarakat sekitar, sampai sekarang pun masih sering digunakan baik dalam upacara adat ataupun untuk berkomunikasi.

Pantun memiliki sajak a-b-a-b, setiap baris berisi 8-12 suku kata. Pada awal 2 baris pantun merupakan sampiran (pengantar), sedangkan 2 baris berikutnya disebut isi. Setiap bait berisi 4 baris.

Berdasarkan isinya, pantun terbagi dari pantun anak, pantun nasehat, pantun teka-teki, dan pantun jenaka.

Contoh pantun :

  • Pantun nasehat

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit- sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

       Lihat gelembung meletup-letup
       Kalau pecah jadi melekat
       Perbanyaklah ilmu saat kau hidup
       Untuk bekal kau di akhirat
  • Pantun jenaka

Berjalan-jalan ke perkotaan
Pulangnya beli makanan ringan
Dipalak orang di tengah jalan
Kandaslah sudah makanan ringan

        Begini pula namanya cinta
        Hati selalu berbunga-bunga
        Kalau sudah mengingat nona
        Senyum sendiri macam orang gila

4. Gurindam

Jenis puisi lama gurindam berisi tentang suatu nasihat kehidupan, puisi ini berasal dari Tamil (India).

Untuk aturannya setiap bait terdiri dari 2 baris dan bersajak a-a.

Berdasarkan isinya, gurindam terdiri dari gurindam nasehat, gurindam cinta, dan gurindam persahabatan.

Contoh gurindam :

  • Gurindam nasehat

Barang siapa putus asa
Pasti Allah akan murka

Barang siapa berpegang kepada Al-Quran
Pasti jiwa tenang tiada keresahan

Barang siapa kuat berusaha
Pasti kejayaan muncul bersama

  • Gurindam cinta

Cinta harta cinta dunia
Jika berlebihan rusaklah ia

Barang siapa berkasih sayang
Jangan sampai jiwa melayang

Cinta kekasih cinta bersemi
Jika setia tetap abadi

  • Gurindam persahabatan

Aku hanya bisa memohon maaf
Atas segala salah dan khilaf

Teman adalah mereka semua
Selalu ada dalam suka duka

Teman tidak perlu seribu
Cukup satu yang mengerti kamu

5. Karmina

Pantun karmina merupakan sebuah jenis pantun kilat, karena bentuk isi pantunnya sangat pendek.

Terdiri dari pola sajak lurus a-a, yang asal mulanya dari 4 baris tiap barisnya mempunyai 4 suku kata, namun dipersingkat menjadi 2 baris saat diucapkan seakan-akan menjadi sebuah kalimat tertentu.

Contoh pantun karmina :

Minum susu dengan roti
Carilah ilmu dengan sepenuh hati
Kalau sudah malas belajar
Masa depan sulit dikejar

Siapkanlah bekal menjelang wafat
Dengan sebarkan ilmu yang bermanfaat

Tari saman indah gerakkannya
Tanda iman lapang dadanya

6. Seloka

Pantun jenis ini adalah bentuk pantun yang saling berkaitan, hal itu karena terdiri lebih dari 1 bait yang masih terikat.

Seloka merupakan jenis puisi Melayu klasik yang berisi nasihat, sindiran atau senda gurau yang dinyatakan dalam suatu perumpamaan.

Biasanya seloka ditulis dengan 2 atau 4 baris, terkadang juga ditulis dalam 6 baris.

Ciri khas seloka ada pada setiap baitnya.

Contoh :

Naik motor milik si salman
Siang-siang kena panas
Supaya selamat sampat tujuan
Taatilah lalu lintas

Kalau boleh tentu ku mau
Namun sayang itu milikmu
Adakah besok nasi dan lauk
Walau sekedar pengganjal perut.

Baik budi emak si Randang
Dagang lalu ditanakkan
Tiada berkayu rumah diruntuhkan
Anak pulang kelaparan
Anak dipangku diletakkan
Kera dihutan disusukan

7. Talibun

Talibun sendiri adalah bentuk puisi lama yang memiliki sampiran dan konten (isi), dan hampir mirip dengan pantun.

Hal yang membedakan dengan pantun adalah talibun biasanya memuat lebih banyak baris, yaitu sekitar 6 sampai 20 baris, dan jumlah baris pada talibun berjumlah genap.

Talibun juga terdiri dari sampiran dan isi serta memiliki pola rima akhir yang teratur.

Pola rima juga sangat tergantung dari jumlah baris talibun, misalnya jika talibun berjumlah 6 baris maka pola rima akhirnya a-b-c-a-b-c. Atau, jika talibun yang berjumlah ada 8 baris maka pola rima akhirnya a-b-c-d-a-b-c-d.

Contoh talibun :

  • Talibun 6 baris

Burung elang terbang tinggi

Membidik mangsa di daratan Jawa

Makanan hilang di tengah rawa

Wahai kalian para muda mudi

Jangan lengah dan terperdaya

Dengan rayuan sesat dunia

Kapal pesiar gagal berlayar

Kerana hujan beserta badai

Petir pun tak ingin kalah bersaing

Baiknya kita rajin belajar

Agar cita tetap tercapai

tuk masa depan yang gemilang

Pasang wajah muka memelas

Orang sekitar sampai kesal

Hingga semua berpaling muka

Tuntutlah ilmu dengan ikhlas

Agar kelak tak menyesal

Siap menghadapi tantangan dunia

 

  • Talibun 8 baris

Di kolam ada bunga seroja
Seroja itu berwarna putih
Putih warnanya sangat cemerlang
Membuat kolam indah selalu
Hatiku kini tengah gembira
Karena telah jumpa kekasih
Kekasih yang lama telah menghilang
Hilang dan pergi dari diriku

Pergi ke desa di tengah sawah
Nikmati udara dan cuaca cerah
Tak lupa juga lihat pemandangan
Dalam suasana asri dan nyaman
Jika kita terus berusaha
Serta diiringi lantunan doa
Tuhan pasti akan kabulkan
Semua harapan yang kita inginkan

Nah itulah berbagai jenis- jenis puisi lama beserta contohnya.

Puisi Baru (tahun 1920- sekarang)

Puisi baru merupakan puisi yang tidak lagi memiliki keterikatan terhadan aturan-aturan yang ada, dan mempunyai bentuk yang lebih bebas dalam hal aturan jumlah baris, suku kata, ataupun rima dan irama.

Puisi baru juga dapat diartikan sebagai salah satu jenis puisi medern yang sudah tidak terikat lagi oleh aturan-aturan, atau dibuat secara bebas oleh si pengarang.

Adapun ciri-ciri yang digunakan dalam puisi baru antara lain :

  1. Bentuknya simetris dan rapi
  2. Pola yang domian yaitu pola sajak pantun dan syair
  3. Memiliki persajakan akhir yang teratur
  4. Hampir semua isinya merupakan puisi empat seuntai
  5. Setiap baris terdiri dari sebuah gatraatau kesatuan sintaksis
  6. Setiap gatra terdiri dari 2 kata atau 4-5 suku kata
  7. Menggunakan majas atau gaya bahasa yang dinamis
  8. Dalam perkembanggannya secara lisan dan juga tertulis

Jenis puisi baru (berdasarkan isi)

Adapun macam-macam puisi baru berdasarkan isinya, dibedakan menjadi :

1. Balada

Balada merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang sebuah kisah dan cerita tertentu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, puisi balada adalah puisi sederhana yang mengisahkan cerita rakyat yang mengarukan terkadang juga berupa dialog.

Terdiri dari 3 bait, dengan masing-masing bait terdiri dari 8 baris. Berirama a-b-a-b-b-c-c-b, kemudian polanya berganti berupa a-b-a-b-b-c-b-c.

contohnya :

Balada Air Laut

Oleh: Rsd Hamama

Di tepi pantai yang ombaknya menepi bersama matahari
hujan kuyup membasahi kerikil dan pasir
derai ombak menggeliat jago
tak ada petir hanya angin bahari rindu menyisir

rindu yang di larungkan pantai menuju dermaga
lambat laun kian menerpa
gemuruh ombak dan jeritan ikan
menyambut maghrib datang
air bahari seasin keringat
berair kuyup diterpa hujan

nyiur pohon kelapa
membelai bibir pantai yang dikulum ombak
deru kapal pencari ikan
pulang ke sarang

ini hari telah datang
rindu perlahan menaiki kepala pohon
angin ribut menghantam ombak

ombakkah saya !
yang melaju balada rindu
menghantam karang dan beludru
menghentakkan kaki-kaki kapal yang pulang membawa kenangan

2. Ode

Ode merupakan bentuk puisi baru yang berupa sanjungan atau pujian kepada seseorang yang berjasa.

Ode berasal dari kata Yunani yang berarti nyanyian, karena puisi ini biasanya dinyanyikan dalam paduan suara sambil menari dalam drama-drama Yunani Kuno.

Tipe gaya bahasa atau kata-kata yang digunakan bernada anggun, santun tapi resmi karena ditujukan untuk memuji.

Contoh puisi ode :

Karya: Toto Sudarto Bachtiar

dengar, pada hari ini ialah hari hati yang memanggil
dan derap langkah yang berat maju ke satu tempat

dengar, hari ini ialah hari hati yang memanggil
dan kegairahan hidup yang hars jadi dekat

berhenti menangis, air mata kali ini hanya buat si tua renta
atau menangis sedikit saja
buat sumpah yang tergores pada dinding-dinding
yang sudah jadi kuning dan jiwa-jiwa yang sudah mati

atau buat apa saja yang dicintai dan gagal
atau buat apa saja
yang sampai kepadamu waktu kau tak merenung
dan menampak jalan yang masih panjang

dengar, hari ini ialah hari hatiku yang memanggil
mata-mata yang berat mengandung suasana
membersit tanya pada omong-omong orang lalu
mengenangkan segenap janji yang dengan diri kita menyatu

dengar, o, tanah dimana segala cinta merekamkan dirinya
tempat terbaik buat dia
ialah hatimu yang kian merah memagutnya
kala dia terbaring di makam senyap pangkuanmu

3. Himne

Himne merupakan salah satu jenis puisi yang isinya berupa pujian untuk Tuhan, dewa, pahlawan, tanah air, atau almamater (dalam dunia sastra).

Akhir-akhir ini, himne menjadi sebuah puisi yang dinyanyikan.

Contohnya:

Adaku Tiada

Karya: Candra Malik

Allah, aku sunyi.
Dalam diamku, tiada ucapan selain Nama-Mu.
Tak ada yang sentuh heningku, jangkau Sepi-Mu.
Aku dalam selaput Rahasia Dikau.

Allah, aku sedih.
Dalam pedihku, perpisahan kuratapi.
Dalam perihku, perjumpaan kudambai.
Duka ini abadi, luka ini semakin jadi.

Kurindu rindu-Mu, kucinta Cinta-Mu.

Allah, aku binasa.
Daku tiada ada selain sirna.
Diriku lenyap, Diri-Mu senyap.
Musnah sudah segala wajah.

Maha Agung Engkau Paduka,
Zat Yang Awal Kekal Ada.

4. Epigram

jenis puisi epigram ini, merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang ajaran kehidupan atau tuntunan kebenaran.

Kata “Epigram” berasal dari kata Yunani, epigramma yang berarti pedoman, teladan, nasihat, atau ajakan untuk melakukan hal-hal yang benar.

Contoh:

Pagi

Karya: Chairil Anwar

jangan biarkan sekuntum bunga itu
layu sebelum matahari membelainya
dengan menggemakan semburat jingga
ultra dalam irama nuansa cinta-semesta

lihatlah bagaimana alam begitu perkasa
memainkan peran-Nya
dalam rindu-dendam yang terbungkus
kasih sayang memberi semburat
makna seribu pesona

5. Romansa

Kata romansa berasal dari bahasa Perancis yaitu “romantique” yang berarti keindahan perasaan.

Berisikan tentang kisah cinta atau meluapkan perasaan cinta kasihnya.

Contoh puisi romansa:

Catatan Hati

Ada sesuatu yang terasa hampa
Saat langit-langit semakin menua
Ada sesuatu yang terasa berbeda
Saat hujan-hujan tertahan di antara mega

Sendiri dan sepi, Aku ingin berlari
Menelusuri mimpi yang tak kunjung menepi
Atau haruskah aku hanya berdiri di sini
Mengeja bait pelangi yang hampir mati

Di penghujung hari..
Ketika senja berlalu dan pergi
Ketika hari ini terhenti bernyanyi
Aku ingin kau kembali
Di sini, sekali lagi!!

6. Elegi

Elegi kebalikan dengan romansa, elegi merupakan puisi tentang kesedihan. Biasanya berupa pengalaman-pengalaman pahit atas peristiwa yang pernah dilakukan di masa lalu.

Selain itu juga, elegi dapat digunakan untuk mengungkapkan rasa duka, sedih atas peristiwa kemalangan yang dialami seseorang.

Contoh puisi elegi:

Hampa

Karya: Chairil anwar

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut
Tak satu kuasa melepas renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti

Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertampik
Ini sepi terus ada. Dan menanti

7. Satire

Satire berasal dari bahasa latin yaitu “satura” yang berarti kritikan atau kecaman tajam terhadap suatu fenomena, dan tidak puasnya hati seseorang (pada pemimpin yang zalim).

Adapun tokoh sastrawan yang terkenal dengan karya satirenya adalah W.S. Rendra.

Contoh:

Aku bertanya…
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,

sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian.

Puisi Kontemporer

jenis puisi

Pixabay.com

Puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang diciptakan pada waktu masa kini.

Berdasarkan KBBI, kontemporer berarti waktu kini. Kekinian tersebut terlihat dari kebebasan dalam menulis puisi kontemporer.

Puisi kontemporer tidak terikat pada bentuk dan rima. Tujuan diciptakan puisi ini adalah untuk menyampaikan sebuah gagasan.

Adapun bebrapa ciri yang terdapat pada puisi kontemporer yaitu:

  1. Tipografi atau bentuk penulisannya unik.
  2. Penulisan kata, baris, dan bait menyimpang dari penulisan puisi pada umumnya.
  3. Terjadinya kemacetan bunyi dan hampir tidak bisa dibaca.
  4. Menggunakan idiom yang tidak lazim atau inkonvensial.
  5. Banyaknya pengulangan kata, frasa, atau kelompok kata.
  6. Terkadang Mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa daerah.
  7. Menggunakan gaya bahasa paralelisme dikombinasi dengan gaya bahasa hiperbola.

Jenis Puisi Kontemporer dan Contohnya

Berikut penjelasan beberapa jenis puisi yang termasuk dalam kategori puisi kontemporer.

1. Puisi Mbeling

Secara umum, puisi ini terdapat suatu unsur humor didalamnya dan juga seringkali ada unsur kritiknya, terutama kritik sosial.

Kata “mbeling” berasal dari Jawa yang berarti nakal atau sulit diatur. Ketentuan-ketentuan umum dalam puisi tidak berlaku dalam puisi tersebut.

Lebih tepatnya puisi jenis ini tidak melarang penggunaan suatu kata, karena semua kata mempunyai hak yang sama pada jenis puisi.

Contoh:

Di tengah laut

Seorang nelayan berseru

Tuhan bikin laut

Beta bikin perahu

Tuhan bikin angin

Beta bikin layar

Tiba-tiba perahunya terguling

Akh,

Beta main-main

Tuhan sungguh-sungguh

2. Puisi Mantra

Jenis puisi kontemporer ini sama persis dengan salah satu jenis puisi lama yaitu mantra.

Puisi ini pertama kali dikenalkan oleh Sutardji Calzoum Bachri. Biasanya puisi mantra ini penyajiannya berhubungan dengan dunia misteri, dan memberikan efek kemajuran.

Contoh:

ping di atas pong
pong di atas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping

mau pong? bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping? bilang pong
mau mau bilang ping

ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
ya tak ping ya tak pong
sembilu jarakMu merancap nyaring

3. Puisi Tanpa Kata

Puisi tanpa kata merupakan puisi kontemporer yang tidak menggunakan kata untuk mengungkapkan ekspresinya, tetapi memakai titik-tikik, garis, huruf atau simbol lainnya.

Berikut contohnya:

Pupus (Abdul Malik)

“ “
? ?
?
X

maksudnya:

Tanda petik yang didalamnya tidak ada tulisan menandakan kebimbangan hati ketika ada seseorang wanita yang memberikan harapan.

2 tanda tanya, menandakan kebimbangan hati ketika ada seseorang wanita yang memberikan harapan.

1 tanda tanya, menandakan ketidakpastian harapan yang diberikan oleh seorang wanita yang membikan harapan.

Huruf X menandakan cinta yang tak berbalas atau telah pupus.

4. Puisi Konkret

Puisi konkret merupakan puisi yang berfokus pada tampilan grafis susunan katanya, susunan grafis kata tersebut dapat menyerupai gambar tertentu.

Contoh puisi konkret:

jenis puisi

ipsvolkstare.blogspot.com

5. Puisi Multi Lingual

Puisi muliti lingual merupakan jenis puisi yang menggunakan kalimat atau kata dalam berbagai bahasa, baik itu bahasa daerah maupun bahasa asing.

merapi…
saumpamane kowe bisa nguri-nguri
kabeh sing kaleksena ing Tanah Jawi
prilakune manungsa
becik lan ora
marang alam
karunia sang Illahi

6. Puisi Mini Kata

Puisi ini merupakan jenis puisi yang minim sekali dalam penggunaan kata, tetapi puisi ini dilengkapi simbol lain berupa huruf, garis ataupun tanda baca.

Berikut contohnya:

II I
IIIII

I
IIIIIIIII

IIIIIIIII

IIIIIIII

INDONESIA !

7. Puisi Supra kata

Jenis puisi ini merupakan puisi yang menggunkan kata-kata konvesional, dan susunannya dijungkirbalikkan sehingga menjadi kosa kata yang baru.

Untuk aspek bunyi dan ritmenya merupakan hal paling menonjol. Dan puisi ini lebih mirip dengan puisi mantra karena digunakan untuk merangsang timbulnya suasana magis.

Contohnya:

sadar rasa rasa sadar
rada sadar rasa dadar
rasa sasar rada dadar
dara rasa sara rada
dasa sadar rasa sadar
rasa sadar rasa sadar rasa sadar rasa sayang sayange

8. Puisi Idiom Baru

Puisi ini merupakan puisi yang menggunakan idiom baru di dalamnya. Kata yang biasa digunakan dalam puisi ini diungkapkan dengan cara baru sehinnga mengandung nyawa baru.

Idiom yang dipakai dalam puisi ini adalah idiom yang jarang digunakan.

Contoh:

Tidak

Keheningan bukanlah sepi

Kesepian bukanlah sunyi

Penderitaan bukanlah luka

Pertanyaan bukanlah ketidakpercayaan

Menghilang bukanlah ketakutan

Firasat jadi pertanda kau pergi tuk selamanya!

Penutup

Nah, itulah sekilas pembahasan mengenai jenis-jenis puisi beserta contohnya dan penjelasannya.

Ternyata Lumayan banyak juga ya jenis-jenis puisinya hehe.

Semoga pembahasan tersebut mudah dipahami dan bisa menjadi wawasan baru bagi kita semua, serta dapat dijadikan sumber pembelajaran bahasa Indonesia.

Tambah wawasan:

Sekian terima kasih

Kategori: Sastra

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *